ARTIKEL KESEHATAN

BERITA KEGIATAN

ARTIKELNYA REMAJA

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kehamilan Tidak Diinginkan

Mei 29, 2017
•
Kehamilan  Yang Tidak Diinginkan - Kehamilan bagi sebagian orang merupakan anugerah dan sangat didambakan, karena mereka percaya bahwa anak adalah titipan Tuhan. Dengan hamil mereka dapat meneruskan keturunannya. Disisi lain kehamilan merupakan malapetaka dan tidak diinginkan. Hal ini dikarenakan wanita belum siap atau tidak menginginkan kehamilan tersebut. Kebanyakan terjadi di kalangan remaja . Ada banyak hal yang menyebabkan terjadinya suatu kehamilan yang  tidak diinginkan.

Kehamilan tidak diinginkan  adalah suatu kondisi dimana pasangan (laki-laki dan perempuan) tidak menginginkan terjadinya kelahiran sebagai akibat kehamilan. Terjadinya kehamilan disini dapat diakibatkan oleh perilaku atau hubungan seksual
yang disengaja maupun tidak disengaja seperti perkosaan. Banyak kejadian yang menunjukkan orang yang tidak bertanggung jawab atas kejadian ini.

WHO pada tahun 2000 memperkirakan 2/3 kehamlan didunia merupakan  Kehamilan tidak diinginkan yaitu sekitar 50 juta /tahun. Di Indonesia sendiri diperkirakan sekitar 1 juta perempuan mengalami  Kehamilan tidak diinginkan tiap tahunnya. Kejadian ini dapat menimpa pasangan yang belum menikah ataupun yang sudah menikah. Bagi yang belum menikah beberapa pasangan bertanggung jawab dengan melakukan pernikahan, sedangkan beberapa yang lain melakukan aborsi atau pengguguran kandungan. Aborsi sebagian besar adalah aborsi criminal. Kadang-kadang aborsi dilakukan tidak dengan cara aman sehingga dapat mengakibatkan dampak-dampak tertentu.


kehamilan tidak diinginkan
Kehamilan  tidak diinginkan bagi pasangan yang belum menikah dan keluarganya merupakan sebuah aib terutama bagi masyarakat peradaban timur seperti Indonesia.  Bagi mereka ini adalah sebuah dilemma. Disatu sisi kalau dipertahankan maka harus membuang rasa malu. Kalau diteruskan tentunya harus ada yang “bertanggung jawab” terhadap calon bayi tersebut agar mempunyai ayah. Disamping itu juga harus mempertimbangkan pendidikan si calon ibu dan bagaimana dengan risiko yang akan dihadapi saat bersalin. Disis lain kalau digugurkan maka akan melanggar Undang-undang serta norma dan ajaran agama. Kebanyakan mereka melakukan aborsi pada tenaga dukun, dikarenakan rasa malu dan pihak laki-laki tidak mau bertanggung jawab.

Penyebab Kehamilan tidak diinginkan

Banyak faktor yang menyebabkan  Kehamilan tidak diinginkan antara lain :

  1. Penundaan dan meningkatnya usia kawin serta semakin mudanya umur saat menarch (menstruasi pertama kali ). Hal ini menyebabkan semaki jauhnya jarak saat menstruasi sampai dengan menikah, “masa rawan”semakin meningkat. Terbukti adanya meningkatnya kehamilan diluar nikah.  
  2. Kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi serta perilaku seksual yang menyebabkan kehamilan.  
  3. Tidak menggunakan alat kontrasepsi terutama bagi wanita yang sudah menikah.  
  4. Kegagalan alat kontrasepsi  
  5. Kehamilan tersebut diakibatkan oleh pemerkosaan 
  6. Kondisi ibu yang tidak mengijinkan atau menderita penyakit-penyakit tertentu  
  7. Pertimbangan ekonomi, tidak memiliki biaya untuk melahirkan dan membesarkan anak. 
  8. Alasan karir atau sekolah karena kehamilan dianggap menghalangi karir atau pendidikan di sekolah.  
  9. Kehamilan karena incest atau masih ada pertalian darah  
  10. Kondisi bayi yang dikandung cacat atau jenis kelaminnya tidak sesuai keinginan.


Aborsi  dan Masalahnya


Sebagian besar wanita yang mengalami kehamilan tidak diinginkan akan menyelesaikannya dengan aborsi atau pengguguran kandungan. Sebagian besar mereka yang menggugurkan kehamilan tersebut dengan cara – cara tradisional yang tidak aman. Aborsi cara tradisional mempunyai resiko tinggi seperti infeksi rahim, kemandulan, infeksi dan perdarahan hingga kematian. Selain itu aborsi kriminal tersebut  bertentangan dengan Undang – Undang Kesehatan serta hukum-hukum yang berlaku di Indonesia dimana tidak ada satupun yang melegalkan aborsi tanpa indikasi medis.

Risiko Kehamilan pada Remaja



Kehamilan pada usia remaja, apalagi disebabkan oleh hubungan seks pranikah dapat menjadi trauma kejiwaan terhadap remaja putrid, terutama bagi yang mengalami pertama kali. Hal ini dikarenakan perkembangan kejiwaannya belum stabil.

Risiko kehamilan pada remaja ditinjau dari aspek kesehatan antara lain dapat mengakibatkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan kematian perinatal. Sedangkan bagi ibu dapat menyebabkan terjadinya abortus, perdarahan, persalinan sulit dan lain-lain. Remaja yang hamil amat berisiko menderita keracunan kehamilan (preeklapsia dan eklampsia), disproporsi kepala bayi dengan tulang-tulang jalan lahir oleh karena tulang-tulang panggulnya belum tumbuh dengan sempurna. Remaja yang hamil juga kurang pengawasan selama kehamilan dan persalinan, akibatnya sering terjadi kekurangan nutrisi pada remaja tersebut maupun janin yang dikandungnya. Sedangkan dari aspek sosial Kehamilan tidak diinginkan  dapat mengakibatkan remaja tersebut menarik diri dari pergaulan sosial, dari sekolah, keluarga, lingkungan dan masyarakat serta terjadi kecemasan terhadap kehamilannya.

Pencegahan Kehamilan tidak diinginkan


Pencegahan Kehamilan yang Tidak Diinginkan antara lain melalui beberapa yaitu :
  1. Cara yang paling efektif adalah tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah
  2. Mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti olahraga, seni dan kegiatan keagamaan
  3. Hindari perbuatan yang dapat menyebabkan dorongan seksual seperti meraba-raba tubuh pasangan maupun menonton video porno
  4. Memperoleh informasi tentang manfaat dan menggunakan alat kontrasepsi, cara menggunakannya serta kemungkinan kegagalannya
  5. Pada pasangan yang telah menikah sebaiknya memakai kontrasepsi yang aman seperti suntikan, sterilisasi, IUD dan implant.


Penanganan Kasus Kehamilan tidak diinginkan  


Diperlukan penanganan ekstra sabar dan bersahabat pada remaja. Alternatif yang biasanya digunakan menyelesaikan kehamilan tidak diinginkan antara lain dengan menyelesaikan secara kekeluargaan, pasangan tersebut segera menikah

Periksa Payudara Mandiri Remaja untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Mei 29, 2017
•

Kanker payudara merupakan kanker yang sangat menakutkan bagi kaum wanita. Di Indonesia merupakan penyakit kanker dengan jumlah penderita nomer dua terbanyak setelah kanker mulut rahim. Kejadian kanker payudara akan semakin meningkat di masa depan. Kanker ini dapat menyerang siapa saja, terutama yang mempunyai beberapa faktor resiko seperti tidak menikah, obesitas, riwayat keluarga, mendapat terapi hormon yang lama serta radiasi di daerah dada. Karena penyebab yang belum pasti, pencegahan sukar dilakukan serta perjalanan penyakit yang sukar diduga  menjadikan kanker ini sangat ditakuti, khususnya kaum  wanita 



Tanda-tanda dan gejala umum dari kanker payudara antara lain adanya benjolan payudara yang tak nyeri atau benjolan di ketiak, pendarahan atau pengeluaran cairan dari puting, perubahan warna atau rasa sewaktu diraba pada kulit payudara atau puting misalnya pembentukan lesung atau kerutan atau ruam merah serta perubahan dalam ukuran atau bentuk payudara. Apabila ditemukan dalam stadium dini, yang biasanya masih berukuran keci serta mendapat pengobatan tepat, maka angka kesembuhan akan semakin tinggi. Usaha untuk ini adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)  merupakan cara efektif menemukan tumor secara dini. Penderita kadang-kadang secara tidak sengaja menemukan penyakit ini, bahkan ada penelitian menyebutkan sekitar 90 % kanker ini ditemukan dengan SADARI. Dengan demikian akan sangat besar artinya bila SADARI lebih digalakkan terhadap kaum wanita terutama yang lebih dari 30 tahun (Cancer Age) diharapkan akan banyak dijaring kasus kanker secara dini.

Di Negara maju kesadaran masyarakat untuk melakukan SADARI cukup tinggi, sehingga kasus baru telah dapat diketahui sejak dini. Di Indonesia sebagian besar penderita datang ke dokter pada stadium lanjut. Keenggan para wanita dewasa memeriksakan diri sebelum muncul gejala kanker mengarah ke stadium lanjut serta pengaruh agama dan nilai-nilai budaya timur yang membuat wanita enggan diperiksa oleh petugas kesehatan laki-laki, maka kemampuan dan kemauan melakukan deteksi dini mutlak diperlukan.  Sebagai remaja yang akan beranjak dewasa, remaja khususnya remaja putri juga harus mampu melakukan pemeriksaan payudara mandiri.

Untuk pendeteksian secara dini kanker payudara, disarankan melakukan SADARI setiap bulan dan pemeriksaan klinis ke dokter setiap tahun. Sedangkan untuk yang sudah berusia 40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan mamografi setahun setahun sekali.  Ada tiga (3) langkah penting dalam melakukan SADARI yaitu : 


Pemeriksaan di depan cermin.  

  • Berdirilah seperti biasa di depan cermin, ambil pose seperti gambar disamping 
  • Perhatikan kesimetrisan kedua payudara, payudara normal akan terlihat simetris antara kanan dan kiri 
  • Kemudian angkat kedua lengan melewati kepala, perhatikan apakah ada perubahan bentuk di setiap payudara, pembengkakan, lekukan, atau perubahan di setiap puting. Payudara normal tidak bengkak, tidak ada lekukan






Pemeriksaan raba pada posisi berdiri.  


  • Lakukan perabaan pada kedua payudara secara bergantian. Untuk melakukan pemeriksaan pada payudara sebelah kanan, angkat lengan kanan anda ke belakang kepala, lalu gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Lakukan langkah-langkah sebaliknya untuk memeriksa payudara sebelah kiri.






 













Pemeriksaan raba pada saat berbaring. 


  •  Berbaringlah di atas permukaan yang keras. 
  • Saat melakukan pemeriksaan pada payudara kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak dari payudara kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk puting selesai diperiksa. 
  • Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri.
Teknik SADARI yang benar harus menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah Anda, bukan ujung jari. Anda sangat dianjurkan untuk mengulang-ulang gerakan melingkar dengan buku jari yang disertai dengan sedikit penekanan. Namun penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan pada tulang rusuk dan akan terasa seperti benjolan.

Pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Para wanita yang sedang haid sebaiknya melakukan pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah hari pertama masa haid, ketika payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak. Biasakan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin tiap bulan. Tujuannya agar Anda menjadi "akrab" dengan payudara sendiri. Jika sudah tidak mengalami siklus haid, pilih satu tanggal di setiap bulan dan selalu lakukan pemeriksaan di tanggal tersebut.
Jika menemukan adanya benjolan atau perubahan pada payudara yang membuat resah, segera konsultasikan ke dokter. Jika dokter menginformasikan bahwa hasil pemeriksaannya menunjukkan tidak adanya kelainan tapi masih tetap resah  bisa meminta pendapat kedua dari seorang dokter spesialis.

Remaja dan Tinggi Badan

Mei 29, 2017
•
Remaja dan Tinggi Badan - Salah satu perubahan yang Kamu alami saat menginjak remaja dan pubertas adalah pertumbuhan tinggi badan yang cukup pesat. Pertumbuhan tinggi adalah hal yang biasa kamu alami, bedanya  adalah pertumbuhan yang dialami saat pubertas berlangsung lebih cepat. Pertumbuhan ini dikenal dengan istilah growth spurt atau pacu tumbuh. Bila saat biasa kamu hanya tumbuh beberapa sentimeter dalam setahun, saat pubertas bisa mencapai hingga 10 sentimeter atau lebih dalam setahun.

Pada umur 13-15 terjadi percepatan pertumbuhan tinggi badan yang disebut pacu tumbuh adolescen. Rata-rata tinggi badan saat lahir adalah 50 cm. Pada usia 13 tahun tinggi badan anak diperkirakan 3xTB lahir, sedangkan tinggi badan dewasa diperkirakan 3,5xTB lahir

Masalah Kesehatan pada Remaja

Mei 29, 2017
•
Masalah Kesehatan pada Remaja - Remaja merupakan salah satu fase yang kita lalui dalam  siklus kehidupan yang harus kita jalani.  Masa remaja adalah masa transisi dari usia anak-anak ke dewasa.  Dalam bahasa inggris istilah remaja adalah teenager, artinya adalah manusia yang berumur belasan tahun. Batasan remaja menurut WHO (Badan Kesehatan  Dunia) adalah usia 12 sampai 24 tahun. Remaja sudah meninggalkan dunia anak-anak akan tetapi belum bisa disebut dewasa. Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang cepat, munculnya ciri-ciri kelamin sekunder, seperti tumbuhnya bulu-bulu disekitar kelamin, ketiak, pada cowok tumbuh kumis, cambang, jenggot dan bulu dada, suara yang membesar, pada wanita buah dada dan pinggul yang membesar. Perkembangan organ-organ seksual terjadi untuk persiapan menghasilkan keturunan. Pada masa ini juga terjadi perubahan psikis atau mental emosional. Remaja ingin lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada orang lain. Secara mental remaja masih labil dan berpendirian goyah.

Masa remaja sering dianggap sebagai masa pencarian jati diri. Dimana pada masa inilah terjadi pembentukan karakter sesorang termasuk karakter bangsa pada umumnya. Remaja sering dianggap sehat-sehat saja. Akan tetapi sesungguhnya banyak permasalahan yang berhubungan dengan kesehatan khususnya yang mengancam remaja.  Beberapa fakta tentang remaja sebagai berikut
  • Lebih dari 1,8 juta orang berusia 15 sampai 24 meninggal setiap tahun oleh penyebab yang sebenarnya bisa dicegah.
  • Sekitar 16 juta anak perempuan berusia 15 sampai 19 melahirkan setiap tahun.
  • Orang muda, 15 hingga 24 tahun, menyumbang 40% dari semua infeksi HIV baru di kalangan orang dewasa di tahun 2008.
  • setiap tahun, sekitar 20% dari remaja akan mengalami masalah kesehatan mental, yang paling sering depresi atau kecemasan.
  • Sekitar 150 juta orang muda pengguna tembakau.
  • Sekitar 565 orang muda berusia 10-29 mati setiap hari melalui kekerasan interpersonal.
  • kecelakaan lalu lintas  diperkirakan menyebabkan 1 000 orang muda mati setiap hari.
Mempromosikan perililaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta melindungi remaja dari masalah kesehatan sangat penting untuk masa depan mereka serta masa depan Negara dan bangsa, karena merekalah yang akan kelak meneneruskan kelanjutan bangsa ini. 

Terbatasnya informasi tentang seks dari orang tua maupun kurangnya pendidikan seks di bangku sekolah menyebabkan remaja mencari informasi sendiri melalui media majalah, televisi dan internet. Kebanyakan informasi itu diterima secara mentah tanpa ada yang memfilter apakah itu informasi yang bagus atau malah informasi yang sifatnya negatif. Informasi yang salah akan membawa berbagai dampak yang tidak diingikan serta dapat mengakibatkan berbagai penyakit. Sering terjadi di masyarakat beberapa masalah tentang remaja antara lain kehamilan tidak diinginkan dan aborsi, penyalahgunaan obat-obat terlarang, perilaku seks bebas, kenakalan remaja dan seringnya kejadian Penyakit Menular seksual di kalangan remaja.

Sejalan dengan perkembangan fisiknya yang pesat, terjadi perubahan hormon dalam tubuh disertai pula beberapa masalah kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh remaja diantaranya ;

 

Jerawat dan Penyakit Kulit lainnya

 

Jerawat atau yang dalam istilah medisnya disebut acne vulgaris, adalah kelainan kulit yang ditandai peradangan kronis pada kelenjar minyak, ditandai dengan munculnya komedo, benjolan kecil dengan ukuran bervariasi serta kadang-kadang disertai pembentukan parut. Remaja juga sering menderita penyakit kulit lainnya seperti scabies, jamuran, eksim/dermatitis.

Kelainan Mata

 

Pada remaja sering dijumpai kelainan penglihatan berupa rabun jauh, rabun dekat ataupun astigmatisma. Kelainan-kelainan ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan mata untuk berakomodasi

Infeksi Menular seksual dan HIV/AIDS

 

Penyakit Menular Seksual biasanya dialami oleh remaja yang aktif secara seksual, apakah itu sering gonta-ganti pacar/pasangan ataupun remaja yang sering menggunakan jasa penjaja seks. Beberapa diantaranya seperti gonore, sifilis, klamidia, herpes genitalis, kondiloma akuminata, HIV dan lain-lain Terdapat 40% perkiraan dari semua infeksi HIV baru di kalangan orang dewasa di seluruh dunia pada tahun 2008 berusia 15-24 tahun.. Setiap hari, 2 500 lebih orang-orang muda terinfeksi dan global ada lebih dari 5,7 juta orang muda yang hidup dengan HIV / AIDS.  Orang-orang muda perlu tahu bagaimana melindungi diri mereka sendiri dan memiliki sarana untuk melakukannya.  Ini termasuk kondom untuk mencegah penularan seksual dan membersihkan virus dan jarum suntik bagi mereka yang menyuntikkan narkoba. Saat ini, hanya 30% laki-laki muda dan 19% wanita muda memiliki pengetahuan yang komprehensif dan benar mereka butuhkan untuk melindungi diri dari tertular virus. Akses yang lebih baik untuk konseling dan tes HIV akan menginformasikan remaja tentang status mereka, membantu mereka untuk mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan, dan menghindari penyebaran lebih lanjut virus. Budaya dan kondisi sosial ekonomi meningkatkan kerentanan orang-orang muda untuk infeksi HIV, strategi pencegahan HIV yang efektif harus bertujuan untuk mengatasi faktor ini juga.

Kehamilan Tidak Dinginkan dan Aborsi

 

Kehamilan yang Tidak Diinginkan disebabkan oleh hubungan seks pranikah serta pernikahan dini. Dampak langsungnya adalah meningkatnya tindakan aborsi kriminal. Bila ini dilakukan pada bukan ahli kandungan akan bisa menyebabkan pendarahan, infeksi bahkan kematian. Sekitar 16 juta anak perempuan berusia 15 sampai 19 tahun melahirkan setiap tahun  atau sekitar 11% dari semua kelahiran di seluruh dunia. Resiko kematian dari penyebab yang berhubungan dengan kehamilan jauh lebih tinggi untuk remaja daripada wanita yang lebih tua.  Semakin muda, remaja semakin besar risikonya.  Perumusan dan penegakan hukum yang menetapkan usia minimum perkawinan, mobilisasi masyarakat untuk mendukung hukum, dan akses lebih baik untuk informasi dan pelayanan kontrasepsi dapat menurunkan-awal kehamilan juga.  Mereka remaja yang hamil harus diberikan dengan kualitas pemeriksaan kehamilan dan persalinan terampil. 

Merokok

 

Merokok merupakan kebiasaan yang menyebabkan kenikmatan bagi penikmatnya diain pihak juga dapat merugikan kesehatan perokok dan orang-orang sekitarnya. Merokok dapat menyebabkan risiko tekena penyakit saluran pernafasan, penyakit jantung koroner, stroke dan lain-lain  Sebagian besar perokok di seluruh dunia dimulai ketika mereka remaja. Sampai saat ini tercatat 150 juta orang remaja perokok. Jumlah ini meningkat secara global, khususnya di kalangan wanita muda. Setengah dari para perokok akan mati prematur
 

Ketergantungan NAPZA dan Bahaya Alkohol

 

Akibat pergaulan negatif remaja adalah terjerumusnya mereka pada penyalahgunaan Narkotika, zat Psikoaktif dan Zat Aditif lainnya yang menyebabkan ketergantungan.  Bahaya lainnya adalah alcohol, dimana pengaruh alcohol menyebabkan kurangnya kesadaran dan hilangnya control diri sehingga sering melakukan perbauatan berisiko seperti perkelahian, kecelakaan. Ketergantungan alcohol juga dapat menyebabkan kematian.
 

Kecelakaan/ Trauma


Kecelakan biasanya adalah kejadian yang sering dialami oleh remaja terutama sebagai akibat prilaku atau kenakalan remaja yang sering kebut-kebutan, tawuran dan gagah-gagahan. Kecelakaan adalah penyebab utama kematian dan cacat di antara remaja. Trauma luka lalu lintas di Jalan mengambil remaja sekitar 1 orang 000 setiap hari.

Malnutrisi

 

Banyak remaja di negara berkembang masuk kategori kekurangan gizi, dengan risiko rentan terhadap penyakit dan kematian dini. Sebaliknya, kelebihan berat badan dan obesitas  semakin meningkat.


Kesehatan Mental

 

Sekitar 20% dari remaja akan mengalami masalah kesehatan mental, yang paling sering depresi atau kecemasan. Risiko meningkat oleh pengalaman kekerasan,, devaluasi penghinaan dan kemiskinan, dan bunuh diri merupakan salah satu penyebab utama kematian pada orang muda. Bangunan keterampilan hidup pada anak-anak dan remaja, dan menyediakan mereka dengan dukungan psikososial di sekolah-sekolah dan pengaturan masyarakat lainnya dapat membantu meningkatkan kesehatan mental.


Kekerasan

 

Kekerasan adalah salah satu penyebab utama kematian di kalangan anak muda, terutama laki-laki: 565 diperkirakan merupakan orang-orang muda berusia 10 hingga 29 tahun meninggal setiap hari melalui kekerasan interpersonal. Membina hubungan antara orang tua dan anak-anak sejak awal kehidupan merupakan hal terpenting untuk mencegah prilaku kekerasan pada remaja.

Kesehatan Reproduksi Remaja

Mei 29, 2017
•
Kesehatan Reproduksi Remaja didefinisikan sebagai suatu keadaan sehat jasmani, psikologis, dan sosial yang berhubungan dengan fungsi dan proses sistem reproduksi pada remaja. Pengertian sehat tersebut tidak semata-mata berarti terbebas dari penyakit atau kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial-kultural. Pada masa ini seorang anak mengalami kematangan biologis. Kondisi ini dapat menempatkan remaja pada kondisi yang rawan bila mereka tidak dibekali dengan informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya
Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja
  1. Kehamilan
  2. Aborsi yang tidak aman
  3.  Penyakit menular seksual (PMS), termasuk HIV
  4. Female Genital Mutilation (FGM) atau sunat
  5. Faktor sosial budaya

Hambatan Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja

a.       Kurangnya pengetahuan dan informasi
  • Remaja kurang pengetahuan dasar tentang anatomi dan fisiologi reproduksi, bagaimana terjadinya hamil dan STI, bagaimana mencegahnya dan dimana mendapatkan perlindungan.
  • Orang tua yang merasa kurang aman, malu menceritakan tentang seks dengan anak-anaknya.
  • Orang tua dan orang dewasa lainnya yang memiliki pemahaman yang baik, ingin sekali melindungi anaknya, mereka percaya bahwa pendidikan tentang seks dan kesehatan reproduksi akan mendorong remaja menjadi seksual aktif.

b.      Kurangnya akses terhadap pelayanan dan program
  • Remaja tidak punya atau memiliki sedikit uang untuk membayar pelayanan, kurang sarana transportasi atau tidak tahu bagaimana menggunakan pelayanan tersebut
  • Petugas kesehatan mungkin menghakimi terhadap remaja yang berperilaku seksual aktif
  • Petugas kesehatan mungkin tidak memiliki informasi ilmiah terbaru tentang kontrasepsi yang aman bagi remaja
  • Klinik tidak membuka jam-jam tertentu yang tepat untuk remaja
  • Klinik dirancang untuk perempuan yang sudah menikah bukan untuk perempuan lajang atau laki-laki
  • Persyaratan untuk tes medis dan pemeriksaan panggul mungkin tidak mendukung remaja untuk mencari kontrasepsi
  • Kebijakan kesehatan nasional menjadi hambatan legal bagi remaja untuk mencari informasi atau layanan kesehatan reproduksi

c.       Terbatas karena hambatan sosial dan psikologis
1)      Remaja takut untuk mengatakan bahwa mereka sudah melakukan seksual aktif
2)      Mereka memiliki gambaran yang tidak realistis tentang kehamilan dan STI
3)      Meraka khawatir bahwa kontrasepsi akan merusak kesehatannya dan kesuburannya kelak
4)      Mereka mudah terkena kekerasan dan pelecehan
5)      Remaja perempuan mungkin segan untuk mendiskusikan isu kesehatan reproduksi, khawatir pengetahuan tersebut akan diterjemahkan sebagai perempuan yang mudah diajak untuk melakukan seks
6)      Remaja laki-laki mungkin segan untuk menanyakan tentang seks, khawatir bahwa kurangnya pengetahuan berarti kehilangan status di kelompoknya
7)      Seksual aktif sering dilihat sebagai jalan bagi remaja laki-laki untuk mendapat pengakuan status dari kelompoknya
8)      Media cenderung untuk menekankan bahwa seks itu menyenangkan tapi tidak bertanggungjawab terhadap perilaku seks .

SUMBER :
YPKP. 2006. Modul Mahasiswi Kesehatan Reproduksi. Jakarta : YPKP

 
Copyright © FORUM SAKA KENCANA JABAR. Designed by : WK CORPORATE WK CORPORATE